Saat ini hanya menerima 3 klien baru per bulan
Organizational Maturity

Masalah Keputusan Berubah Seiring Organisasi Bertumbuh.

Cara organisasi mengambil keputusan ketika masih sangat bergantung pada founder berbeda dengan ketika keputusan sudah tersebar di banyak fungsi dan management layer. Karena itu, pendekatan terhadap masalah keputusan tidak bisa selalu sama.

Bukan Seberapa Besar Perusahaan Anda Tapi Seberapa Matang Sistem Keputusannya?

Dua perusahaan dengan jumlah karyawan yang sama dapat memiliki masalah organisasi yang sangat berbeda.

Yang satu mungkin masih bergantung pada owner untuk hampir semua keputusan.

Yang lain mungkin sudah memiliki manager, beberapa fungsi, dan keputusan lintas departemen yang semakin kompleks.

Karena itu, saya melihat organizational maturity, bukan sekadar company size.

Empat Fase Organizational Maturity

Level 1

Founder-Centric

"Kalau saya tidak ada, banyak hal berhenti."

  • Keputusan banyak kembali ke owner
  • Owner menjadi tempat bertanya
  • Delegation belum benar-benar memindahkan authority
  • Bisnis masih sangat bergantung pada founder
Owner Dependency

"Berapa banyak keputusan yang masih harus kembali kepada Anda?"

Level 2

Structured Growth

"Supervisor saya sering menunggu atau bingung."

  • Sudah ada supervisor/management layer
  • Fungsi mulai terbentuk
  • Tanggung jawab mulai didistribusikan
  • Keputusan mulai tertahan di antara level atau fungsi
Decision Bottleneck

"Di bagian mana keputusan biasanya mulai tertahan?"

Level 3

Mature Growth

"Keputusan mulai kompleks karena banyak fungsi terlibat."

  • Manager/head mulai banyak
  • Fungsi lebih beragam
  • Keputusan semakin cross-functional
  • Authority dan decision rights menjadi semakin penting
  • Escalation mulai menjadi pola
Decision Architecture

"Bagaimana keputusan penting sebenarnya bergerak di seluruh organisasi?"

Level 4

Enterprise

"Bagaimana menjaga sistem keputusan tetap efektif ketika organisasi semakin kompleks?"

  • Decision environment sangat kompleks
  • Banyak layer dan fungsi
  • Keputusan memiliki dampak luas
  • Governance menjadi semakin penting
  • Organisasi perlu menjaga consistency tanpa membuat keputusan menjadi terlalu lambat
Decision Governance

"Bagaimana organisasi menjaga kualitas dan kecepatan keputusan tanpa menciptakan terlalu banyak control?"

Tidak Semua Perusahaan Bergerak dengan Cara yang Sama.

Empat level ini bukan tangga yang harus dilewati secara otomatis.

Sebuah perusahaan dapat memiliki banyak karyawan tetapi tetap sangat founder-centric.

Sebaliknya, perusahaan yang lebih kecil dapat memiliki decision environment yang cukup kompleks.

Yang penting adalah bagaimana keputusan sebenarnya dibuat, didistribusikan, dan dieskalasikan.

Organisasi berubah. Cara keputusan dibuat juga harus ikut berkembang.

Yang awalnya cukup dengan owner sebagai pusat keputusan dapat berubah menjadi kebutuhan untuk mendistribusikan authority, memperjelas decision flow, merancang decision architecture, dan pada organisasi yang semakin kompleks, menjaga decision governance.